Usai Geledah Beberapa Lokasi di Langkat, KPK Temukan Bukti Baru Korupsi Bupati Terbit Rencana Perangin Angin

  • Bagikan
Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin (bercelana pendek) digiring tim KPK dari Polres Binjai

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. KPK mengamankan barang bukti usai menggeledah kantor bupati dan perusahaan milik Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin.

“Kamis (27/1) Tim Penyidik telah menyelesaikan penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Langkat, Sumut. Lokasi dimaksud, di antaranya Kantor Bupati Langkat dan perusahaan yang diduga milik tersangka TRP serta rumah kediaman dari pihak yang terkait dengan perkara,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).

Juru bicara KPK bidang penindakan ini menyampaikan, dari kantor bupati tim penyidik mengundang beberapa Kepala Dinas. Dalam kesempatan itu, KPK menerima berbagai dokumen terkait proyek di Kabupaten Langkat.

Sedangkan dari penggeledahan di perusahaan yang diduga milik tersangka Terbit Rencana, serta penggeledahan di rumah kediaman dari pihak-pihak yang juga terseret sebagai tersangka, lembaga antirasuah berhasil mengamankan berbagai dokumen yang diduga terkait dengan perkara.

“Bukti-bukti ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Penyidik dengan analisa dan penyitaan untuk terus melengkapi berkas perkara penyidikan tersangka TRP dkk,” tegas Ali.

Dalam perkaranya, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin telah menyandang status tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022. KPK menduga, Terbit Rencana Perangin Angin mematok fee 15 persen dari nilai proyek paket pekerjaan pada Dinas PUPR senilai Rp 4,3 miliar.

  • Bagikan