Hidayat Nur Wahid Gerah, Masjid dan Pesantren Dikaitkan dengan Radikalisme

  • Bagikan
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid Tolak Pengkaitan Radikalisme Dengan Masjid Dan Pesantren

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengkritisi rencana Polri memetakan masjid terkait radikalisme. Juga tuduhan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait seratusan pondok pesantren yang terafiliasi jaringan terorisme.

Menurutnya, tuduhan itu meresahkan dan potensial memecah belah antara Komunitas Masjid dan Pesantren dengan TNI serta Polri.

Tuduhan itu juga akan menumbuhkan sikap saling curiga dan tidak percaya yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan. Apalagi tuduhan itu muncul bersamaan gencarnya aksi teror kelompok OPM di Papua.

Politisi PKS ini mengingatkan, pejuang dan pendukung terbesar NKRI, adalah Umat Islam serta TNI dan Polri. Karena itu Ia berharap semestinya semua energi pemberantasan terorisme dan radikalisme ditujukan untuk memetakan dan mengatasi bahaya yang nyata di depan mata. Seperti bahaya gerakan teror radikal separatis bersenjata OPM di Papua.

“Rencana pemetaan masjid dikaitkan dengan isu radikalisme, dan tuduhan terhadap ratusan pondok pesantren terkait terorisme, lagi-lagi menampakkan wajah islamophobia, dan menimbulkan dugaan adanya framing negatif dan tidak adil terhadap umat Islam. Padahal, Islam adalah komunitas yang sangat berjasa bagi Kemerdekaan Indonesia. Dan komunitas yang sangat terasosiasi dengan Masjid dan Pesantren. Jadi, sangat wajar, dan saya mendukung, sikap Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), PBNU, Muhammadiyah dan DMI (Dewan Masjid Indonesia) dan Pondok Gontor, yang secara tegas dan argumentatif mengkritisi dan menolak islamophobia dan framing yang muncul akibat opini tuduhan tanpa bukti tersebut,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (29/1/2022).

  • Bagikan