PBNU Terkesan Jaga Jarak dengan Cak Imin, Teringat Luka Lama Gus Dur?

  • Bagikan
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- PBNU terkesan menjaga jarak dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Itu usai Yahya Cholil Staquf terpilih menjadi Ketua Umum PBNU yang merupakan loyalis Gus Dur.

Hal tersebut tampak kelihatan saat Ketum PKB tidak menghadiri pengukuhan pengurus PBNU.

Menurut pengamat politik Jamiluddin Ritonga, hal tersebut terjadi dikarenakan luka lama masih membekas.

Di mana saat itu Muhaimin Iskandar mengambilalih kursi Ketum PKB.

Ditambah lagi, pria akrab dipanggil Cak Imin itu dikenal tidak loyal kepada Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Indikasi ke arah itu terlihat saat Cak Imin mengambil alih Ketua Umum PKB,” kata Jamiluddin kepada Pojoksatu.id, Rabu (2/2/2022).

Karena itu, lanjut Dosen Universitas Esa Unggul itu, PBNU menjaga jarak dengan PKB bukan hal yang mengejutkan.

Hal tersebut disebabkan karena beberapa kejadian masa lalu yang membuat PBNU seperti masih trauma.

“Tampaknya itu juga membuat Kepengurusan PBNU saat ini memasang jarak dengan PKB, khususnya Cak Imin,” ungkapnya.

“Jadi, NU tampaknya ingin menunjukkan bukan bagian dari PKB,” sambungnya.

Sebaliknya, tambah Jamiluddin, PBNU ingin mengatakan bahwa PKB lah yang menjadi bagian dari NU.

Untuk diketahui, Ketum PKB Cak Imin tampak tidak hadir dalam acara peringatan hari lahir (harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama ( NU ).

Acara tersebut digelar di Gedung The Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (31/1/2022) kemarin.

Acara itu juga sekaligus pengukuhan kepengurusan baru PBNU usai terpilihnya Gus Yahya menjadi Ketum.(muf/pojoksatu)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan