Kedelai Kembali Mahal, PAN: Lagu Lama Diputar Lagi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Jubir Muda Partai Amanat Nasional (PAN) Dimas Prakoso Akbar mendorong pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan untuk segera menghadirkan solusi terhadap melonjaknya harga kedelai.

"Masyarakat dipukul dua kali setelah kelangkaan minyak goreng kini kenaikan harga kedelai," kata Dimas kepada Fajar.co.id, Kamis 17 Februari 2022.

Dimas mengungkapkan persoalan harga kedelai sudah sering terjadi. Namun pemerintah melalui Kemendag seperti tak punya antisipasi.

"Untuk masalah yang berulang dan dipicu oleh faktor yang sama seharusnya kemendag sudah memiliki solusi terstandarisasi. Kenaikan harga kedelai ibarat lagu lama yang diputar kembali, terjadi setiap tahun dan kemendag sudah mengetahui penyebabnya yaitu kenaikan harga impor", ujar Dimas.

Dimas membandingkan dengan Bank Indonesia ketika menghadapi persoalan nilai tukar mata uang sudah memiliki solusi yang terstandarisasi sehingga setiap terjadi gejolak tinggal gunakan instrumen kebijakan yang ada.

Seharusnya kemendag juga menerapkan hal yang sama untuk masalah yang terjadi berulang kali dengan faktor penyebab yang sama.

Dimas mengatakan kedelai termasuk dalam Barang Kebutuhan Pokok Hasil Pertanian berdasarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2020 bersama minyak goreng. Untuk persoalan bahan pokok yang trennya mengalami pengulangan seharusnya ada solusi cepat dan jangka panjang.

Solusi cepat bisa dalam bentuk pemberian subsidi harga dasar atau ongkos distribusi. Sedangkan solusi jangka panjang pemerintah bisa mengambil opsi mendorong petani menanam kedelai dengan berbagai kompensasi atau menciptakan substitusi kedelai sebagai bahan dasar tahu tempe.

"Hati-hati sebentar lagi masuk momentum bulan Ramadhan datang dimana sejumlah kebutuhan pokok lainnya juga mengalami kenaikan harga. Jangan sampai masyarakat dipukul berkali-kali oleh gejolak kenaikan harga bahan pokok", tutup Dimas.

Diketahui, berdasarkan data yang dilaporkan Kementerian Perdagangan, harga kedelai pada minggu pertama Februari 2022, mencapai 15,77 dollar AS per bushel atau berkisar di Rp 11.240 per kilogram.

Kemendag juga memprediksi dalam waktu dekat harga tempe dan tahu akan mengalami kenaikan di tingkat masyarakat.

Dirjen Perdagangan Dalam negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan, jika harga kedelai mencapai Rp 12.000 per kilo, maka harga jual tempe di konsumen akhir akan naik hingga Rp 300 menjadi Rp 10.600 per kilogram. Sementara harga tahu naik Rp 50 menjadi per potong menjadi Rp700 per potong. (msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan