Harga Kedelai Meroket, Mendag M Lutfi Beralasan Karena Babi, Alvin Lie: Menteri Tidak Tahu Pokok Masalah

  • Bagikan
Mantan Komisioner Ombudsman RI Alvin Lie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Harga kedelai yang jadi bahan pokok pembuatan tahu dan tempe terus merangkak naik. Terlebih, pasokan kedelain di Indonesia 80-90 persen diimpor.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengungkapkan harga kedelai impor Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh masalah El Nina di kawasan Amerika Selatan.

Harga kedelai per gantang yang semula US$12 dolar naik menjadi US$18 per gantang ini juga dipicu oleh kebutuhan besar pakan ternak babi di China.

"Awalnya peternakan babi tak makan kedelai, sekarang [babi di China] makan kedelai. jadi demand sangat tinggi," ujar Lutfi dikutip dari Antara.

Mantan Komisioner Ombudsman, Alvin Lie ikut berkomentar. menurutnya kenaikan harga kedelai di Indonesia dinilai sebagai cerminan ketidakpahaman pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan dalam melihat persoalan.

"Seakan-akan miliaran babi di China itu mendadak hadir dalam 1 bulan terakhir. Beginilah jadinya kalau menteri tidak paham pokok permasalahan," kritik Alvin Lie dikutip dari akun Twitternya, Senin (21/2/2022).

Melihat alasan-alasan yang dipaparkan tersebut, Alvin Lie pun ragu persoalan kenaikan harga kedelai yang kini lebih dari Rp 11 ribu.

"Pokok masalahnya aja dia enggak paham. Bagaimana mau mengatasinya?" tandasnya. (msn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan