Ditahan Karena Bela Warga, Brigjen Junior Tumilaar Bikin Surat Mohon Ampun, Ini Isinya

  • Bagikan
Brigjen Junior Tumilaar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1). Potongan gambar dari sebuah video di YouTube akun Komisi III DPR RI Channel.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Foto selembar surat mengatasnamakan Brigjen TNI Junior Tumilaar beredar di media sosial.

Surat tulisan tangan tersebut berisi permohonan ampun dari Brigjen Junior.

Dia juga berharap dievakuasi dari Rumah Tahanan Militer (RTM) Cimanggis, Depok, Jawa Barat, ke RSPAD.

Dalam surat tulisan tangan tersebut, Brigjen TNI Junior mengaku sakit asam lambung atau GERD.

"Assalamualaikum dan salam sejahtera Bapak/Ibu semuanya, semoga Allah Yang Maha Kasih-Maha Penyayang yang bernama Yehuwa memberi berkah kepada Bapak/Ibu sekeluarga… Aammiinn. Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., (Pati Sus Kasad), bermohon perawatan/evakuasi ke RSPAD. Karena sakit asam lambung tinggi (GERD)," bunyi surat tersebut yang ramai di media sosial sejak Senin, 21 Februari 2022.

Sakit GERD yang diderita Tumilaar kambuh pada 17 Februari.

"Dengan tensi 155/104 fluktuatif," tulis si pembuat surat dengan atas nama Brigjen Tumilaar.

Dalam surat itu disebut Tumilaar ditahan sejak 31 Januari hingga 15 Februari di Pomdam Jaya. Kemudian penahanannya dilanjutkan di RTM, Depok, sejak 16 Februari hingga saat ini.

Surat Brigjen TNI Junior Tumilaar

Dalam surat itu, Tumilaar memohon diampuni karena bersalah membela rakyat warga Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, yang menjadi korban penggusuran lahan dan bangunan PT Sentul City.

"Saya juga mohon pengampunan karena tgl 3 April 2022 saya berumur 58 tahun, jadi memasuki usia pensiun. Akhir kata saya Brigjen TNI Junior Tumilaar SIP.,M.M., mendoakan untuk Bapak/Ibu sekeluarga senantiasa diberikan berkah kesehatan kesejahteraan dari Allah Yang Maha Kasih-Maha Penyayang yang bernama Yehuwa… Aammiiinnn," kata Tumilaar mengakhirnya suratnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan