Terbukti! Humor Gus Dur Soal Toa Masjid dan Agama yang Paling Dekat dengan Tuhan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sampai harus turun tangan mengatur penggunaan pengeras suara atau toa di masjid dan musala.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala.

Bicara soal toa masjid, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah berkelakar soal ini.

Dilansir dari NU Online, dalam sebuah pertemuan santai bersama beberapa tokoh lintas agama, Gus Dur menyaksikan para tokoh tersebut berdebat mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan.

Tokoh tersebut berasal dari agama Islam, Kristen, dan Budha.

“Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan. Karena setiap dari kita ketika beribadah memanggil Tuhan dengan ucapan “Om”," celetuk seorang Biksu Buddha.

"Nah, kalian tahu sendiri, kan, seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?” sambung dia.

Seolah tak ingin kalah debat dengan Biksu, seorang Pendeta dari agama Kristen bergegas menyangkal dan mengutarakan pendapatnya.

"Ya tidak bisa, sudah jelas agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan”, seru pendeta tersebut.

“Lah kok bisa?," si Biksu itu kaget dan buru-buru menyela.

“Kenapa tidak, agama anda kalau memanggil Tuhan hanya mengucapkan “Om”, kalau di agama saya memanggil Tuhan itu “bapak”. Nah, kalian tahu sendiri, kan, bagaimana kedekatan seorang bapak kepada anaknya, daripada kedekatan paman kepada keponakannya. Sudah pasti agama kamilah yang paling dekat”, terang si pendeta percaya diri.

Menyaksikan perdebatan tersebut, Gus Dur hanya bisa tertawa lebar tanpa mengeluarkan pendapat apapun terkait agamanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan