Bela Yaqut Cholil, GP Ansor Jatim: Mereka Memotong dan Mengambil Diksi Membenturkan Antara Azan Dengan Suara Anjing

  • Bagikan
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tentang aturan pengeras suara menjadi polemik. Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim pun merespons hal tersebut.

Ketua PW GP Ansor Jatim HM Syafiq Syauqi mengingatkan kepada semua pihak untuk mewaspadai pola gerakan lama dan pelaku yang sama kembali membuat gaduh dengan melakukan framing di media.

Menurutnya, framing media dengan teknik propaganda dan manipulasi informasi masih menjadi pilihan dalam membuat gaduh dan mengganggu stabilitas nasional.

“Tantangan dalam era disrupsi informasi saat ini adalah pola-pola gerakan framing media yang menyesatkan publik. Itu yang sedang mereka lakukan dengan memotong secara kejam pernyataan Menteri Agama,” jelas Syafiq, Jumat (25/2).

Gus Syafiq menyebut pihaknya secara detail mencermati pergerakan isu dan sentimen media sosial. Selain itu juga mengetahui siapa yang memainkannya dengan memotong sepenggal pernyataan utuh menteri agama.

“Framing bukan kebohongan, tetapi mencoba membelokkan fakta secara halus,” katanya.

Nah, angle (sudut pandang) yang berbeda dalam pemberitaan. Oleh karena itu, masyarakat harus cerdas memahami keutuhan tentang hal tersebut.

“Mereka memotong dan mengambil diksi membenturkan antara azan dengan suara anjing,” ujarnya.

Menurut kajian, kata Gus Syafiq, tak ada kata membandingkan atau mempersamakan antara azan atau suara yang keluar dari masjid dengan gonggongan anjing.

Menteri Agama justru mempersilakan dan mengajak umat Islam menggunakan pengeras suara sebagai syiar dakwah dan berbagai keperluan masyarakat lain sesuai aturan kemaslahatan bersama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan