Gus Dur: Jika Kamu Memusuhi Orang yang Berbeda Agama, Berarti yang Kamu Pertuhankan Bukan Allah, Tapi Agama

  • Bagikan
Gus Dur

FAJAR.CO.ID -- Abdurrahman Wahid atau yang karib disapa Gus Dur merupakan pejuang hak untuk warga minoritas yang tertindas.

Jasanya begitu besar dan terus dikenang karena perjuangannya membuka keran kesetaraan untuk kaum minoritas di Indonesia.

Dikisahkan oleh Habib Bakar Smith lewat akun Twitternya @BakarSmith dilansir pada Senin (28/2/2022), Gus Dur pernah terlibat dialog santai dengan Kyai Mughni.

Tanpa didampingi siapa pun, Gus Dur dan Kyai Mughni bertemu di sebuah warung nasi.

Pakaian batik dan sarung membungkus tubuh Gus Dur, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.

Gus Dur membeberkan rahasia hidupnya dalam memandang segala sesuatu.

"Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?" tanya Gus Dur.

"Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan." jawab Mughni antusias.

Gus Dur: "Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah 'mata' Allah."

Mughni: "Waduh. Bagaimana contohnya?"

Gus Dur: "Contohnya begini. Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada.

Karena apa? Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakan hati mereka untuk datang kepada saya.

Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah.

Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya."

Mughni: "Duh.."

Gus Dur: "Lebih jauhnya begini. Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur'an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur'an.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan