Mencengangkan! Tak Peduli Pangkat dan Jabatan, Kala Gus Dur Minta Doa ke Pemulung

  • Bagikan
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

FAJAR.CO.ID -- Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menghormati siapa saja, tak peduli pangkat dan jabatannya.

Asal orang tersebut dekat dengan Allah, Gus Dur memintakan doa kepada orang tersebut.

Dilansir dari laman Twitter @SejarahUlama, Selasa (1/3/2022), Nuruddin Hidayat, santri Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, menuturkan pengalamannya yang sangat berkesan ketika ia diminta oleh Gus Dur untuk mencari pemulung yang menyampaikan salam kepadanya.

Udin, panggilan akrabnya, mengurai, kisah ini bermula ketika ia berada di sebuah warung dekat Mall Cilandak sekitar tahun 2003.

Ketika hendak pergi, di depan warung tersebut, ia bertemu dengan seorang pemulung, seorang bapak-bapak renta dengan keranjang di pundaknya sementara kepalanya memakai caping.

Dengan tiba-tiba, orang tersebut memberi salam “Assalamu’alaikum”.

Udin menjawab, “Wa'alaikum salam”.

Ia bertanya lagi “Mas dari pesantren Ciganjur ya?”

Ia menjawab “Iya." "Dalam hati saya agak heran, kok tahu saya dari Ciganjur tempatnya Gus Dur”.

Selanjutnya orang itu hanya bilang, "Sampaikan salam saya kepada Gus Dur," dan "Saya mengiyakan".

Ia kemudian memperkenalkan namanya, sebut saja HMZ (nama sebenarnya sengaja dirahasiakan).

Karena terburu-buru, dan mengingat hanya seorang pengemis saja yang ingin menyampaikan salam kepada Gus Dur sehingga Udik tidak begitu memperhatikan dan langsung pergi.

Baru seminggu kemudian, pagi-pagi ketika berolahraga, salam tersebut disampaikan.

“Gus dapat salam dari HMZ,” kata Udin

“HMZ yang mana?” tanya Gus Dur

"HMZ yang pemulung,” kata Udin

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan