Wasiat Gus Dur: Tidak Boleh Ada yang Mengganggu Tempat Ibadah Agama Apa pun di Bumi Indonesia

  • Bagikan
Gus Dur

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid atau yang karib disapa Gus Dur dijuluki sebagai bapak toleransi.

Cucu dari KH. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu adalah pencetus pertama Barisan Serbaguna Gerakan Pemuda Ansor (Banser) menjaga gereja, khususnya di kala Hari Raya Natal.

Bahkan saat masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB-NU),
Gus Dur bahkan terjun langsung dalam upaya mengamankan malam Natal di berbagai gereja.

"Ia memerintahkan Barisan Serbaguna Gerakan Pemuda Ansor atau Banser, organisasi kepemudaan di lingkungan NU untuk menjaga gereja di malam Natal." tulis akun Twitter @kang1mam, dikutip pada Selasa (1/3/2022).

Hal itu terjadi pada 1996. Latar belakangnya adalah peristiwa kerusuhan massa yang berakhir dengan pembakaran gereja di Situbondo, Jawa Timur.

Walau tidak dinyatakan secara implisit, perintah Gus Dur kepada Banser untuk mengamankan gereja di Situbondo dapat dibaca sebagai pertanggungjawaban Gus Dur atas perusakan gereja di Situbondo, di Tapal Kuda, Jawa Timur yang notabene adalah daerah NU

Sebelum Natal 1996 itu, Gus Dur sempat ditanyai oleh seorang anggota Ansor Jawa Timur soal hukumnya seorang muslim menjaga gereja

"Gus Dur kira-kira menjawab begini: “Kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja," terangnya.

Sebab, tegas Gus Dur, gereja itu ada di Indonesia, tanah air kita.

"Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah agama apa pun di bumi Indonesia," tekan Gus Dur.

Lahu Alfatihah! (dra/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan