Kemendag Duga Kelangkaan Minyak Karena Ada Warga yang ‘Menimbun’ di Rumah, Jubir Partai Ummat: Emang Warga Kuat Beli Berapa Plastik Sih?

  • Bagikan
Juru bicara Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menduga jika kelangkaan minyak goreng yang terjadi belakangan ini dikarenakan masyarakat melakukan penimbunan.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko menduga penimbunan tersebut lantaran mulai adanya kesulitan mendapatkan minyak goreng.

Hal tersebutlah yang membuat masyarakat membeli melebih kebutuhan ketika mendapatkan kesempatan.

Padahal hasil riset menyebutkan kebutuhan minyak goreng per orang hanya 0,8-1 liter per bulan.

Artinya, kini banyak rumah tangga menyetok minyak goreng. “Tapi ini baru terindikasi,” kata dia saat kunjungan kerja ke Palembang seperti dikutip dari Antara, Minggu (6/3/2022).

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Partai Ummat Mustofa Nahrawardaya mempertanyakan pernyataan dari Kemendag tersebut.

Ia menyebut jika masyarakat tidak mungkin mampu untuk membeli minyak goreng dengan skala yang besar.

Bahkan untuk membeli minyak goreng di pasar modern saja, mereka harus menunjukan KTP.

"Waduh, emang warga kuat beli berapa plastik sih? Lha beli di supermarket saja, satu KTP cuma bisa beli satu plastik," ucapnya dilansir fajar.co.id dari twitter pribadinya. (zak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan