Komisaris PT Pelni dan Ancol ‘Perang’ di Medsos, Pakai Kata Mental Udik hingga Botak Ompong

  • Bagikan
Komisaris Ancol Geisz Chalifah dan Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto dan Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol (Tbk), Geisz Chalifah saling ejek di media sosial.

Keduanya melontarkan kata-kata yang tidak sopan, mulai dari kata banca, pecundang hingga botak ompong.

Awalnya, Geisz Chalifah mengomentari cuitan aktivis Nico Silalahi yang berseteru dengan Dede Budhyarto, Rabu (9/3).

Dede Budhyarto lantas mengomentari cuitan Geisz Chalifah. Ia menyebut Geisz Chalifah banci, botak ompong.

Hal itu membuat Geisz Chalifah geram. Ia balik menuding Dede Budhyarto sebagai banci.

Keduanya pun saling ejek dan saling serang di media sosial Twitter dengan kata-kata yang tidak pantas.

Berikut cuitan Dede Budhyarto dan Geisz Chalifah yang dikutip Pojoksatu.id pada Kamis, 9 Maret 2022.

Geisz Chalifah: Gue suka dengan mentalnya @Nicho_Silalahi, dia digertak oleh komisaris bermental UDIK yang ngeganti pelat mobilnya dengan nomor Kemenhan. Yang begitu gitu kelakuan orang NORAK. Eh sok ngegertak aktifis beneran seperti Nico yang bukan pedagang jam KW. Oleh Nico diketawain.

Dede Budhyarto: BANCI kau ndak berani mention saya, cuma gitu doang narasinya harusnya kau tambah SMAnya dimana? Mental rentenir dibilang aktivis…preeet. Urus tuh formula tamia yang makin amburadul. Waktumu jadi Komisaris Ancol tinggal menunggu waktu, botak ompong.

Geisz Chalifah: Eh elu yang banci pecundang, kalau lu ga banci lu ga gunakan pelat nomor mobil yang bukan hak elu. Begini saja pecundang, dulu lu nantang gue urusan kemanusiaan dll kita adu prestasi saja & satu lagi selagi lu masih jual jam KW gue udah bikin JMF dgn dana pribadi setiap tahun. NORAK.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan