Hukuman Edhy Prabowo Dipangkas, Ade Armando: Jadi ‘Multivitamin’ Untuk Calon Koruptor

  • Bagikan
Ade Armando

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pegiat media sosial Ade Armando menyoroti putusan Mahkamah Agung (MA) yang memberikan keringanan hukuman terhadap terdakwa kasus korupsi benih lobster, Edhy Prabowo.

Hukuman Edhy yang semula 9 tahun penjara, diringankan dalam putusan MA menjadi hanya lima tahun saja. Hal tersebut menurut Ade Armando, seperti "multivitamin" yang diberikan MA untuk para calon koruptor di Indonesia.

"Kalau pakai istilah ICW (Indonesia Corruption Watch), keputusan MA ini bisa menjadi multivitamin sekaligus penyemangat bagi pejabat yang ingin melakukan praktik korupsi. Tidak akan ada lagi efek jera," ujar Ade Armando, dikutip dari video di Channel Youtube CokroTV, Jumat n11 Maret 2022.

Menurut Ade Armando, korupsi adalah kejahatan luar biasa yang efeknya bisa merusak bangsa. Jika korupsi dibiarkan, dipercaya Indonesia akan hancur. Maka itu, alih-alih memberikan keringanan hukuman, MA seharusnya justru memperberat hukuman Edhy Prabowo menjadi seumur hidup.

"Bahkan hukuman Edhy seharusnya diperberat, mengingat ia adalah pejabat tertinggi di Kementerian yang memakai kekuasaan, kesempatan atau sarana yang diberikan kepadanya untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

Ade Armando juga berpendapat, hal-hal yang menjadi alasan hakim MA memperingan hukuman Edhy sebenarnya tidak berdasar.

Seperti halnya keputusan Edhy yang mencabut pelarangan ekspor bibit lobster yang disebut hakim MA adalah keputusan yang baik dan mendorong kemajuan para nelayan.

"Argumen hakim yang menyebut kebijakan Edhy yang membawa kebaikan kepada nelayan juga sangat meragukan. Buktinya begitu Edhy ditahan, kebijakan untuk mengizinkan kembali ekspor benih lobster dibatalkan. Artinya keputusan Edhy tersebut tidak membawa manfaat bagi rakyat," tegasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan