Agar Perang Tidak Semakin Meluas, Israel Desak Ukraina Menyerah dari Rusia

  • Bagikan
Kendaraan pengangkut personel militer Rusia terbakar saat terjadi pertempuran dengan pasukan Ukraina di Kharkiv (27/2). Pasukan Ukraina menguasai penuh Kharkiv. (AFP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Israel mendesak agar Ukraina menyerah pada Rusia. Hal ini agar perang keduanya bisa diakhiri.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett menyarankan agar Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menerima kesepakatan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerah.

Berdasarkan The Jerusalem Post, seorang pejabat Ukraina mengatakan Bennett meminta Zelensky menerima persyaratan Rusia agar menyerah. Permintaan Bennett disampaikan melalui sambungan telepon pada Selasa, 15 Maret 2022.

Selain menyerah, Bennett juga meminta agar Zelensky memenuhi semua syarat damai dari Rusia. Sehingga perang antara keduanya bisa segera berakhir.

“Jika saya jadi Anda, saya akan memikirkan kehidupan orang-orang saya dan menerima tawaran itu,” kata Bennett seperti dilansir The Jerusalem Post.

Rupanya, Zelensky menolak rekomendasi Perdana Menteri Israel.

“Bennett menyuruh kami untuk menyerah. Kami tidak berniat melakukannya. Kami tahu tawaran Putin hanyalah permulaan,” kata salah satu pejabat Ukraina.

“Jika Bennett ingin menjadi netral dan menengahi, kami berharap dia menunjuk seseorang untuk mengerjakannya siang dan malam dan mencoba untuk mendapatkan kompromi,” katanya lagi.

Selain itu, Israel juga meminta Ukraina tidak terlalu banyak minta bantuan militer. Sebab akan merugikan upaya mediasi. (fin/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan