Ini 10 Bantahan Fadli Zon atas Tudingan Terorisme, Jawabannya Tegas!

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon. (Screenshoot Kick Andy -Youtube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tudingan punya hubungan dengan terorisme, politisi Gerindra, Fadli Zon membalasnya dengan tegas. Anggota Komisi I DPRRI itu pun membuat 10 pernyataan melalui Twitternya dikutip Fajar.co.id.

  1. Sebagai wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Korpolkam, 2014-2019), setiap hari saya menerima berbagai delegasi bahkan hingga puluhan orang.

Delegasi masyarakat yang saya terima mewakili berbagai spektrum golongan dan kepentingan. Baik untuk keperluan audiensi, penerimaan pengaduan, maupun courtesy call.

Sebagai wakil rakyat, saya selalu bersikap terbuka terhadap seluruh anggota masyarakat, apapun suku, ras, agama, serta afiliasi politiknya. Itu adalah bagian dari tugas representasi saya sebagai anggota DPR RI.

  1. Pada 28 Mei 2015, saya bersama Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra),
    @Fahrihamzah menerima permintaan delegasi kemanusiaan dari Forum Indonesia Peduli Syam (FIPS) yang dipimpin oleh Ustadz Bachtiar Nasir (UBN).

Mereka menyampaikan perkembangan situasi pengungsi Suriah di perbatasan Turki, yang membutuhkan bantuan dari masyarakat Indonesia. Mereka menggalang dana untuk rumah sakit darurat, makanan, serta pakaian bagi pengungsi korban perang.

  1. Karena dana dikumpulkan dari masyarakat Indonesia, mereka kemudian meminta saya dan saudara @Fahrihamzah.

Sebagai representasi pimpinan wakil rakyat untuk secara simbolik menyerahkan bantuan kemanusiaan tersebut pada FIPS. Penyerahan bantuan simbolik ini diabadikan oleh para wartawan yang hadir.

  1. Setiap kegiatan saya sebagai anggota dan pimpinan parlemen, selalu didokumentasikan sebagai bentuk keterbukaan sekaligus pertanggungjawaban publik.

Selama saya menjabat Wakil Ketua DPR RI Bidang Korpolkam, kegiatan-kegiatan itu saya dokumentasikan dalam buku "Berpihak Pada Rakyat” yang terdiri dari lima jilid. Pertemuan dengan anggota delegasi FIPS tadi dicatat dan didokumentasikan pada buku jilid pertama halaman 285.

  1. Sebagai catatan, semua dana yang tertera dalam simbol (USD 20,000) adalah dana yang dikumpulkan oleh FIPS dari masyarakat Indonesia, bukan sumbangan pribadi saya atau Saudara Fahri Hamzah.
  2. Saya dan Saudara Fahri Hamzah kenal dengan tiga anggota delegasi FIPS, yaitu Ustadz Bachtiar Nasir, Mustofa Nahra, serta pengacara Achmad Michdan. Namun, empat orang lainnya saya tidak kenal.
  3. Sebelum bertamu ke DPR, pada tanggal 21 Mei 2015 FIPS juga telah bertamu ke Kementerian Luar Negeri yang diterima oleh Wakil Menteri Luar Negeri.

Kementerian Luar Negeri menyambut baik kegiatan FIPS dan mengakui bahwa pemerintah Indonesia memiliki pemikiran, serta visi yang sama dengan FIPS terkait bantuan kemanusiaan bagi rakyat Suriah yang saat itu sangat membutuhkan pertolongan kemanusiaan.

  1. Penerimaan terhadap delegasi FIPS adalah bentuk dukungan terhadap aksi kemanusiaan. Ketika masyarakat Indonesia menyumbang rumah sakit di Gaza, sbg Wakil Ketua @DPR_RI. Saya juga diminta untuk menyerahkan bantuan tersebut secara simbolik.
  2. Upaya untuk mengait-ngaitkan dgn terduga teroris adalah fitnah belaka. Secara politik, sy menganggap ini adlh fitnah yg kotor, sama seperti kalau ada orang yg mencoba mengaitkan Presiden @jokowi dengan terorisme hanya karena pernah menerima terduga teroris Farid Okbah di Istana.

Sebagai informasi, pada 29 Juni 2020 Farid Okbah pernah diterima Presiden Joko Widodo di Istana. Pada tanggal 16 November 2021, Farid Okbah ditangkap oleh Densus 88 sebagai terduga teroris. Apakah dua peristiwa yang berlainan itu bisa dikait-kaitkan?

  1. Penjelasan ini saya buat untuk menepis fitnah sejumlah orang yang secara inisiatif berusaha memutarbalikan dukungan saya, terhadap aksi kemanusiaan seolah adalah bentuk dukungan terhadap terorisme. Itu fitnah yang sangat kotor dan keji sekali. (ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan