Dipukuli Calo Bus, Wajah Serma Bisri Berlumur Darah, Mengetahui Korban Tentara, Dua Pelaku Kabur

  • Bagikan
Anggota Koramil 11/Kaliwungi Serma Bisri yang mengalami luka pada hidungnya karena dikeroyok preman Terminal Mangkang, Semarang. Foto: dokumentasi warga untuk JPNN.com

FAJAR.CO.ID, SEMARANG -- Seorang anggota TNI bernama Bisri mengalami luka-luka dan pendarahan di bagian wajahnya karena dipukuli calo bus di kawasan Terminal Mangkang, Kota Semarang.

Kejadian itu bermula saat tentara berpangkat sersan mayor (serma) tersebut turun dari angkutan umum di seberang Terminal Mangkang pada Rabu (16/3) sekitar pukul 11.00 WIB.

Ketika hendak melanjutkan perjalanan menggunakan bus antarkota, tentara yang berdinas di Kabupaten Kendal itu dihampiri seorang calo angkutan yang menawarkan jasanya.

Makelar yang punya panggilan akrab Dengkek itu juga dikenal sebagai preman. Namun, Serma Bisri yang saat itu memakai pakaian sipil mengabaikan tawaran calo itu. Sebab, tentara yang sedang bepergian dalam rangka tugas tersebut tidak memiliki uang lebih.

Ternyata Dengkek justru meradang.

Dia langsung memukul wajah Serma Bisri.

Seorang saksi mata -sebut saja namanya Tukiyem- mengungkapkan Dengkek memukul Serma Bisri di bawah pohon pinggir jalan.

”Pak Bisri habis turun dari bus tujuan Solo, mau berangkat lagi malah dipukul," ujar Tukiyem kepada JPNN.com, Kamis (17/3).

Pedagang kaki lima itu mengatakan Dengkek ditemani seseorang bernama Joko. Tukiyem menuturkan Serma Bisri tidak membalas pukulan pengeroyoknya.

Hidungnya berdarah,” kata Tukiyem.

Perempuan paruh baya itu mengatakan Sersan Bisri yang wajahnya berlumur darah lantas menuju warungnya.

Saat itulah Tukiyem bertanya kepada korban. "Kok tidak melawan kenapa, Pak? Kan, Bapak anggota TNI," ujar Tukiyem menirukan pertanyaannya kepada Serma Bisri.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan