Suara Lantang BEM UI: Pak Jokowi, Rakyatmu Terbunuh Akibat Minyak Goreng

  • Bagikan
Presiden Jokowi saat mengecek ketersediaan minyak goreng di Yogyakarta. (Twitter @jokowi)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) melontarkan krikan keras terhadap pemerintah terkait kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Kelangkaan minyak goreng disebutkan telah membunuh rakyat kecil.

"Pak Jokowi, rakyatmu terbunuh akibat minyak goreng," demikian BEM UI lewat siaran persnya, dikutip Senin 21 Maret 2022.

BEM UI mengatakan, krisis minyak goreng yang melanda Indonesia beberapa waktu ke belakang menyisakan cerita duka yang menyayat hati.

"Bagaimana tidak, setidaknya ada dua orang yang meninggal dunia setelah mengantre berjam-jam di pasar ritel hanya untuk mendapatkan minyak goreng," katanya.

BEM UI prihatin, pemerintah seolah tidak peduli dengan penderitan rakyat terkait minyak goreng.

"Amat disayangkan, pemerintah seakan-akan menutup mata terhadap krisis minyak goreng yang telah menelan korban jiwa ini dengan inkonsistensi dan ketidakseriusan dalam membuat kebijakan," ujar BEM UI.

Menurut catatan BEM UI, kelangkaan minyak goreng dimulai saat 2021, yakni saat dunia sedang memulihkan diri dari pandemi COVID-19.

Saat itu, harga minyak sawit mentah (CPO) dunia naik. Hasil produksi sawit diindonesia kemudian tertarik untuk mencukupi kebutuhan dunia lewat ekspor.

Pada 26 Januari 2022, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 6 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak Goreng Sawit.

Ditetapkanlah harga minyak goreng curah Rp 11.500,00 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500,00 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000,00 per liter.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan