Jangan Ditutupi! Firli Bahuri Ditantang Sebut Nama Menteri ‘Nakal’ Penambang Batu Bara

  • Bagikan
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan, dirinya mengetahui adanya menteri Kebinet Indonesia Maju yang menjadi penambang batu bara.

Menteri tersebut bahkan disebut terlibat di balik kelangkaan batu bara dengan tidak mematuhi kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik (domestic market obligation/DMO) sebesar 25 persen.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hukum Masriadi Pasaribu mengatakan, sebaiknya Firli menyebutkan siapa nama menteri yang dimaksud.

Pasalnya, selain ditengarai rangkap jabatan, juga berpotensi terjadi penyalahgunaan wewenang atau jabatan.

“Sangat mungkin ada penyalahgunaan jabatan, penggunaan pengaruh atau kekuasaan dalam bisnis batu bara, sehingga melanggar kewajiban DMO,” kata Masriadi dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).

Menurut Masriadi, dalam Pasal 23 UU Nomor 39 Tahun 2018 dengan tegas melarang seorang menteri rangkap jabatan, baik sebagai komisaris atau direksi perusahaan.

Atas ketentuan itu, menteri yang memiliki jabatan di perusahaan sejatinya harus mengundurkan diri.

Namun, lanjutnya, pengunduran diri seringkali tidak efektif karena seorang menteri tersebut masih dapat menggunakan pengaruhnya untuk menguntungkan perusahaan terkait.

“Nah peluang ini yang harus ditutup, jangan sampai ada transaksi pengaruh yang dapat merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, Masriadi pun mengapresiasi langkah Firli yang dengan sigap meminta Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk menertibkan dan mencabut pengusaha nakal tersebut.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan