Empat Minggu Perang Rusia-Ukraina, NATO Sebut 15 Ribu Tentara Rusia Tewas, Ribuan Warga Meninggal

  • Bagikan
Kendaraan pengangkut personel militer Rusia terbakar saat terjadi pertempuran dengan pasukan Ukraina di Kharkiv (27/2). Pasukan Ukraina menguasai penuh Kharkiv. (AFP)

FAJAR.CO.ID, KIEV – Invasi Rusia ke Ukraina genap satu bulan telah berlangsung. NATO memperkirakan bahwa 7 ribu hingga 15 ribu tentara Rusia tewas di Ukraina. Hari ini menandai empat minggu penuh pertempuran Rusia yang dimulai pada 24 Februari lalu.

Seorang pejabat senior militer NATO mengatakan perkiraan angka itu didasarkan pada informasi dari pejabat Ukraina, apa yang telah dirilis Rusia, dan intelijen yang dikumpulkan dari sumber terbuka.

Hari ini, Kamis (24/3) menandai satu bulan pertempuran Rusia-Ukraina yang telah mengakibatkan korban sipil tewas tak terhitung.

Berbicara di depan parlemen Jepang pada Rabu (23/3), Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy mengatakan perang empat minggu telah menewaskan ribuan orang, termasuk setidaknya 121 anak-anak Ukraina. Pengungsi pun mencapai jutaan.

“Warga kami bahkan tidak dapat mengubur kerabat, teman, dan tetangga mereka yang terbunuh secara memadai. Mereka harus dikubur tepat di halaman bangunan yang hancur, di samping jalan raya,” kata Zelensky.

Pasukan Rusia disebutnya membombardir titik vital di Kiev, Mariupol, dan berbagai titik lainnya. Kiev telah ditembaki berulang kali. Pabrik nuklir juga ditembaki.

Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko, mengatakan sedikitnya 264 warga sipil telah tewas di ibu kota sejak perang pecah selama sebulan. Di selatan, kota pelabuhan Mariupol telah menyaksikan kehancuran akibat perang yang paling parah, di bawah pengepungan dan pemboman selama berminggu-minggu.

Zelensky mengatakan 100 ribu warga sipil tetap berada di kota yang berpenduduk 430 ribu orang. Kota Kiev telah hancur oleh serangan dari udara, darat, dan laut, dan upaya berulang-ulang untuk mendapatkan makanan yang sangat dibutuhkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan