Ratna Sarumpaet Ajak Anak Bangsa Bersatu, Jangan Bertengkar: Negara Ini Akan Hancur, Jika …

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ingat Ratna Sarumpaet? Aktivis ini akhirnya muncul ke publik usai tersandung kasus berita bohong atau hoaks penganiayaan.

Ratna meluncurkan buku ‘Aku Bukan Politikus’, digelar di Cagar Budaya Taman Benyamin Sueb, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (24/3) malam.

Buku itu ditulis Ratna Sarumpaet selama mendekam di penjara.

Ratna menyebut siapapun yang jadi presiden di republik ini, kalau tidak kembali ke dalam UUD 45, negara ini akan hancur.

Dikatakan, Pancasila dan UUD 1945 tidak datang kebetulan dan turun dari langit.

Melainkan bekal yang diberikan Allah SWT agar bangsa ini bersatu, bersaudara, saling merangkul, berbeda tetapi bersama.

“Kita hancur pelan-pelan, konstitusi kita dilanggar oleh yang membuat sendiri pelan-pelan. Di zaman Orde Baru juga dirusak tidak pelan-pelan, tapi dirusak juga,” tutur Ratna.

Ratna menyebut bahwa rezim internasional bekerjasama dengan antek-anteknya di MPR dan mempersiapkan cara merusak UUD 1945.

“Jadi enggak usah marah-marah sama si A, si B, si calon A, si calon B,” kata dia.

“Sebab siapapun yang akan jadi presiden di republik ini, kalau kita tidak kembali ke dalam UUD ’45, kita akan hancur,” terang Ratna.

Aktivis berlatar seniman ini menambahkan, jika anak bangsa bersatu, tidak terpecah belah dan damai satu sama lain maka negara akan kuat dan disegani asing.

“Kalau kita semua bersatu, kalau kita semua berdamai, tidak seperti orang gila sekarang. Ada cebong, ada kampret,” jelas Ratna.

“Maksud saya, mari kita mulai berpikir, tidak lagi bertengkar, tetapi mencoba, mensiasati, mencoba mencari cara bagaimana caranya supaya kita bisa duduk bersama, bicara tentang nasib bangsa kita ini,” sambungnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan