Aduan Konsumen di OJK Meningkat, Anggota Komisi XI Kamrussamad Minta OJK Komit untuk Perbaikan Kinerja Perlindungan Konsumen

  • Bagikan
Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad Bersama Komisioner OJK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Seleksi calon Komisioner OJK yang saat ini berlangsung, harus menjadi momentum bagi OJK agar mampu menjawab sejumlah permasalahan di sektor keuangan Indonesia, salah satunya terkait perlindungan konsumen perbankan.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad. Dirinya mengingatkan bahwa dalam lima tahun terakhir, jumlah aduan konsumen ke OJK mengalami peningkatan yang sangat tajam.

“Dalam catatan saya, secara keseluruhan jumlah pengaduan di OJK sepanjang tahun 2021 per bulan November, tercatat sudah mencapai 595.521 pengaduan. Angka aduan tersebut mengalami kenaikan sekitar 22 kali lipat dari tahun 2017 yang hanya mencapai 25.742 pengaduan," pungkas Kamrussamad, Selasa (29/3/2022).

Dari banyaknya aduan masyrakat. Kasus pinjaman Online masih menjadi persoalan utama masyarakat luas, yang mencapai 50.413 aduan masyarakat kepada OJK.

“Dari total aduan, saat ini yang paling banyak adalah pengaduan dari sektor Fintech berupa layanan pinjaman online. Angka pengaduan terkait pinjaman online ini di 2021 sebanyak 50.413 pengaduan melebihi aduan layanan perbankan sebesar 49.205.” ujar Kamrussamad.

“Peningkatan angka pengaduan konsumen ini bisa jadi hanya fenomena gunung es dari jumlah nasabah sebenarnya yang menjadi korban. Apalagi di tengah literasi finansial masyarakat kita yang masih rendah ditambah dengan sosialisasi peran OJK yang belum massif di tengah masyarakat, jumlah riil konsumen yang menjadi korban nasabah bisa jadi lebih besar daripada data yang diterima oleh OJK.”

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan