PKS: Aturan Syarat Mudik dan Ramadhan Terkesan Diskriminatif Terhadap Umat Islam

  • Bagikan
Anggota DPRD Kota Makassar fraksi PKS, Azwar (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tahun ini, umat muslim dapat kembali menjalankan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan mudik Lebaran juga diperbolehkan, dengan syarat sudah mendapatkan dua kali vaksin dan satu kali booster, serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Aturan pemerintah tersebut dinilai tidak adil bagi umat muslim di tanah air.

Pasalnya saat perayaan Imlek hingga gelaran MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat dihadiri ribuan orang tanpa ada syarat harus vaksinasi booster, bahkan saling berkerumun tanpa adanya jaga jarak.

Politisi PKS Kota Makassar, Azwar melayangkan kritik keras pada aturan ini. Menurutnya regulasi yang ditetapkan terkesan diskriminatif bagi umat muslim.

“Aturan ini tidak adil. Terkesan diskriminatif bagi umat Islam. Wajar kita bertanya-tanya ada apa dengan aturan syarat kegiatan Ramadhan dan mudik harus vaksin booster,” ujar Azwar di Makassar, Selasa (29/3/2022).

Anggota DPRD Kota Makassar ini berharap aturan ini tidak dipukul rata untuk semua daerah di Indonesia.

“Mudah-mudahan pemerintah kota Makassar tidak menerapkan aturan ini. Sementara pelaku perjalanan luar negeri pun sudah dilonggarkan,” tuturnya.

Azwar juga menyinggung soal aturan buka bersama dilakukan sambil menjaga jarak, tidak mengobrol dan jangan lupa cuci tangan saat makan.⁣

  • Bagikan