Apdesi Ingin Presiden Tiga Periode, Jokowi: Namanya Juga Keinginan Masyarakat

  • Bagikan
Presiden Jokowi. (YouTube Sekretariat Presiden)

FAJAR.CO.ID, MAGELANG - Presiden Joko Widodo kembali menanggapi wacana penundaan pelaksanaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden tiga periode.

Dia mengingatkan semua pihak harus taat pada konstitusi yang berlaku di Indonesia, yakni UUD 1945. Menurutnya, usulan maupun wacana muncul merupakan hal yang biasa.

Namun, semua harus dikembalikan kepada konstitusi. “Namanya keinginan masyarakat, yang namanya teriakan-teriakan seperti itu, kan sudah sering saya dengar."

"Namun, yang jelas, konstitusi sudah jelas. Harus taat, harus patuh terhadap konstitusi, ya," ujar Presiden Jokowi saat meninjau Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (30/3).
Sebelumnya, teriakan tiga periode terhadap kepemimpinan Jokowi, menggema saat presiden menuju Pasar Baledono di Kabupaten Purworejo, hingga Pasar Rakyat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Selain itu, dalam Silaturahmi Nasional (Silatnas) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) pada Selasa (29/3) kemarin, juga kembali mengemuka wacana jabatan presiden tiga periode.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini hadir dalam kegiatan Silatnas Apdesi tersebut.

Menurut Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya, pihaknya akan melakukan deklarasi dukungan kepada Presiden Jokowi agar menjabat tiga periode usai Lebaran 2022 mendatang.

"Habis lebaran kami deklarasi (perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi menjadi tiga periode)" kata Surta di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).

Surta menilai Presiden Jokowi memberi perhatian yang penuh kepada para kepala desa selama ini. “Beliau peduli sama kami, itulah harapan kami, siapa tahu ke depan semua lebih baik. Teman-teman sepakat tadi, tiga periode, lanjutkan,” katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan