Perekonomian Surabaya Diprediksi Membaik

  • Bagikan
HomeEkonomi Edukasi Soal Adopsi Aset Kripto di Indonesia Masih Kurang EKONOMI 30 September 2021, 17:53:37 WIB Edukasi Soal Adopsi Aset Kripto di Indonesia Masih Kurang Ilustrasi: Investasi aset Kripto. (TheMotleyFool)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Kondisi kasus Covid-19 di Surabaya terus melandai. Isolasi terpadu (isoter) yang sebelumnya disediakan pemkot di Hotel Asrama Haji pun sudah kosong.

Kepala Dinas Kesehatan Nanik Sukristina mengatakan, saat ini, isoter di Hotel Asrama Haji sudah nol kasus. Tidak ada yang dirawat di Hotel Asrama Haji sejak beberapa minggu lalu.

”Saat ini ada sekitar 300 kasus Covid-19 aktif di Surabaya,” ujar Nanik.

Menurut mantan Sekretaris Dinas Sosial itu, Dinkes tak mengendurkan pengawasan. Termasuk pelayanan vaksinasi di seluruh puskesmas.

”Kami masih tetap memantau dan memaksimalkan pelayanan hingga kini,” tutur Nanik saat ditemui setelah rapat Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2021 pada Jumat (1/4).

Terpisah, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno optimistis perekonomian Surabaya meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini. Hal itu dipengaruhi kasus Covid-19 yang melandai dan relaksasi kebijakan serta meningkatnya mobilitas masyarakat.

”Perlambatan ekonomi saat gelombang pertama dan kedua pada 2020 dan 2021 bisa ditebus saat Lebaran nanti,” tutur Anas Karno, politikus PDI Perjuangan itu.

Anas mengungkapkan, biasanya setiap Ramadan ada peningkatan konsumsi. Hal itu berdampak terhadap menggeliatnya aktivitas perdagangan yang digerakkan pelaku UMKM.

Apalagi, lanjut Anas, aktivitas masyarakat makin meningkat dan membaik. Sebab, ada pelonggaran pembatasan sosial. Tak terkecuali aktivitas konsumsi di sektor ritel.

”Permintaan meningkat sehingga dunia usaha menambah intensitas produksi dan penjualannya,” terang Anas Karno.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan