Wacana Presiden Tiga Periode, Komisi II DPR RI Cecar Pratikno, Pramono Anung, hingga Moeldoko

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tiga pembantu utama Jokowi yaitu Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, dan Kepala KSP Moeldoko, dicecar Komisi II DPR soal wacana presiden 3 periode.

Komisi II DPR mencecar tiga pembantu Presiden Jokowi ini dalam rapat antara Komisi II dengan ketiganya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/3).

Rapat ini membahas terkait penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretariat Kabinet (Seskab) Pramono Anung, dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, memberikan jawaban berbeda.

Mensesneg Pratikno menjawab soal deklarasi Apdesi agar Jokowi lanjut tiga periode.

Mensesneg mengaku tak tahu menahu soal deklarasi tersebut.

Menurut dia, seruan agar Jokowi lanjut tiga periode itu disampaikan usai rombongan Presiden keluar atau meninggalkan acara pada Selasa (29/2) lalu itu.

“Perlu kami tegaskan waktu pak presiden ada di ruang tersebut, tidak ada pernyataan deklarasi apapun. Jadi kalaupun ada deklarasi itu di luar pengetahuan kami,” kata dia.

Sementara, Seskab Pramono Anung menegaskan bahwa tidak ada anggaran baik di Setneg, Seskab maupun KSP guna mendanai kegiatan terkait wacana tiga periode.

Lagi pula kata dia, pemerintah juga tak akan ikut campur dalam isu tersebut sebab berada di luar kewenangan.

Menurut Pramono Anung, Jokowi telah empat kali merespon wacana itu, dan menegaskan menolak usulan tersebut.

“Presiden telah 4 kali menyampaikan kepada publik yang terakhir tanggal 30 Maret di Borobudur. Saya yakin apa yang disampaikan presiden sudah cukup jelas ditangkap oleh publik,” tutur Pramono.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan