Hadiri Pemeriksaan Polisi, Tiga Organisasi Ini Bawa Dokumen Dugaan Kejahatan Luhut di Papua

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin (15/11). Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Polda Metro Jaya memeriksa tiga saksi dari berbagai organisasi lingkungan dan HAM. Mereka ialah KontraS, Walhi, dan Trend Asia.

Para saksi diperiksa dalam rangka penyidikan kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan yang menyeret Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Kepala Divisi Hukum KontraS Andi Muhammad Rezaldy mengatakan, ketiga saksi dicecar 27 pertanyaan oleh penyidik perihal konten video Haris dan pernyataan Fatia di YouTube perihal keterlibatan Luhut Binsar dalam dugaan kejahatan ekobomi di Intan Jaya, Papua.

Andi menyebutkan, pihaknya turut membawa dokumen perihal keterlibatan Luhut dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

"Selain keterangan, kami berikan dokumen yang menguatkan adanya dugaan kepentingan bisnis," kata Andi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/4).

Andi mengeklaim pernyataan Haris dan Fatia yang menuding Luhut Binsar terlibat kejahatan ekonomi di Papua merupakan hasil riset sembilan masyarakat sipil.

Dokumen yang dianggap autentik itu memuat tentang rekam jejak Luhut Binsar dalam dugaan kejahatan ekonomi di Papua.

"Sejumlah dokumen yang menguatkan rekam jejak bisnis atau dugaan konflik kepentingan dilakukan LBP," kata Andi.

Salah satu saksi, Direktur Program dan Kampanye Trend Asia Ahmad Ashov Birry mengeklaim riset yang mereka lakukan sudah enam bulan yang lalu, tepatnya Agustus 2021.

Ahmad mengaku riset yang dipublikasikan itu bertujuan agar pemerintah merespons dan segera menangani konflik di Papua.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan