Sambangi Bareskrim, Tim Kuasa Hukum 137 Korban Fahrenheit Mengaku Rugi Rp37 Miliar

  • Bagikan
Tim Kuasa Hukum LQ Indonesia Law Firm Bersama Perwakilan Korban Robot Trading Fahrenheit

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan korban kasus dugaan investasi bodong, robot trading Fahrenheit melaporkan Hendry Susanto (HS), bersama afiliator Michael Howard, dan sejumlah Founder lainnya ke Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Dalam laporan itu, kerugian ditaksir mencapai Rp37 miliar.

"Kami mewakili sekitar 137 korban Fahrenheit ya, robot trading dengan kerugian kurang lebih Rp37 miliar lebih disitu," ujar tim kuasa hukum Alvin Lim, Senin Malam (4/4/2022).

Dalam hal ini, korban robot trading Fahrenheit diwakili tim kuasa hukum, LQ Indonesia Law Firm, Mengaku dalam pembuatan laporan tidak diperkenankan karena sudah adanya laporan polisi (LP) mengenai kasus yang sama.

"Jadi kami disini tujuannya untuk membuat laporan polisi, tapi sangat disayangkan kami sudah menunggu dari jam 1 (siang) di TKP, alasannya tidak boleh bikin laporan polisi baru karena sudah ada laporan polisi," pungkas Alvin Lim kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri.

"Mereka tidak mau mengeluarkan laporan polisi. Mereka juga tidak mau ngeluarin juga tanda terima atas alat bukti. Jadi, alat bukti itu 137 orang dengan tandatangan dan bukti-bukti disuruh taruh dan hanya mendapatkan 1 helai surat seperti ini, yaitu tulisannya data korban Farenheit," Sambungnya.

"Disuruh isi sama lawyer. Jadi kalau saya sebagai lawyer mengisi data korban Farenheit, nama kuasa hukum, artinya saya bohong, saya nipu. Karena saya bukan korban Farenheit disitu. Jadi itu disuruh taro dan dapat ini doang nanti ditelpon, baru di BAP dan nanti digabungkan laporan polisinya," terangnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan