Usai Palsukan Tanda Tangan JK, Presidium KAHMI Sulsel Beri Saran Begini ke Arief Rosyid

  • Bagikan
Koordinator Presidium KAHMI Sulsel, Muhammad Natsir. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Koordinator Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Natsir angkat syara terkait pemalsuan tanda tangan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla oleh Arief Rosyid.

Sebagai sesama alumni korps hijau putih, Natsir mengaku perihatin dengan tindakan yang dilakukan Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI) itu.

"Tentu kita sangat sayangkan ada perilaku tidak etis seperti itu. Apalagi memalsukan tanda tangan mantan Wapres, Pak JK dan Sekjen DMI," kata Natsir kepada Fajar.co.id, Selasa (5/4/2022).

Natsir juga menyinggung sosok Arief Rosyid yang juga mantan Ketua Umum PB HMI. Menurutnya, alumni kedokteran gigi Universitas Hasanuddin itu sudah menciderai kepercayaan publik.

"Apalagi dilakukan oleh sosok milenial yang punya jabatan publik di BUMN. Arief ini merupakan perwakilan anak muda Sulsel ini pentas nasional," ungkapnya.

Dirinya berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi. Apalagi di lembaga pemerintah dan organisasi kemasyarakatan sekelas DMI.

Natsir memberi saran ke Arief agar secara jujur mengakui kesalahannya dan meminta maaf ke Jusuf Kalla dan masyarakat umum.

"Kita berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Dinda Arief sebaiknya minta maaf secara gentel. Bagaimana pun juga, Arief Rosyid sudah banyak berbuat untuk keumatan sejak di HMI," harapnya.

Untuk diketahui, Arief Rosyid memalsukan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kickoff Festival Ramadhan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan