Volodymyr Zelensky Tuding Rusia Perlakukan Manusia Lebih Rendah dari Binatang

  • Bagikan
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menginjakkan kaki di Bucha, Kiev Oblast, Senin (4/4). Ukraina dikabarkan makin merapat ke Uni Eropa. (AFP)

’’Ini adalah indikasi yang jelas terjadinya kejahatan perang,’’ tegas Macron. Dia mendorong tambahan sanksi dengan target ekspor minyak dan batu bara Rusia. Namun, Macron tidak menyebut soal gas alam. Pun demikian dengan Jerman. Berlin menegaskan akan mengembargo sektor energi Rusia, namun tidak dipastikan kapan. Jerman adalah salah satu negara yang sangat bergantung pada Rusia soal gas alam.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis mengungkapkan, negaranya baru saja mengusir duta besar Rusia. Di sisi lain, duta besar Lithuania untuk Ukraina yang sempat dipulangkan akan dikembalikan ke Kiev. Sebelum Rusia menyerang, berbagai negara memang lebih dulu mengevakuasi staf kedutaan besar beserta keluarganya.

Uni Eropa (UE) yang bekerja sama dengan Ukraina sudah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan di Bucha. Presiden Komisi UE Ursula von der Leyen menyampaikan belasungkawa kepada Zelensky atas peristiwa itu.

Selain pembunuhan, laporan terjadinya pemerkosaan juga bermunculan setelah pasukan Rusia mundur. Para korban melapor ke polisi, lembaga HAM, dan media tentang perlakuan tentara Rusia. Mulai dari diperkosa ramai-ramai, dilecehkan dengan ancaman senjata, hingga diperkosa di depan anak-anaknya. Beberapa perempuan bahkan membawa gunting dan kondom saat melarikan diri untuk melindungi diri sendiri jika hal buruk menimpa mereka.

Presiden Lembaga La Strada Ukraine Kateryna Cherepakha meyakini bahwa laporan itu hanyalah ujung dari gunung es. Stigma dari masyarakat membuat para korban bungkam. Bantuan langsung pun tidak bisa diberikan karena situasi belum memungkinkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan