Curiga Jokowi Ganti Pola Lebih Soft, Pangi Syarwi Chaniago Beralasan Tito Karnavian dan Luhut Panjaitan Pasang Badan

  • Bagikan
Pengamat politik Pangi Syarwi Chinago

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang melarang pembantunya membahas penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden sebagai peralihan strategi.

Menurut Pangi, psikologi Jokowi terpengaruh oleh tekanan-tekanan publik yang menolak isu tersebut.

"Ini yang membuat presiden kelihatan ingin bersama tim-timnya ini mencoba mengganti pola menjadi lebih soft, enggak lagi terlalu keras benturannya," kata Pangi kepada JPNN.com, Kamis (7/4).

Sebab, dia menilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian 'pasang badan' untuk memainkan isu ini.

Namun, lanjut Pangi, hal itu justru dikawatirkan bisa merusak kepercayaan publik terhadap pemerintahan Jokowi.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengatakan isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden juga berdampak buruk pada citra Jokowi.

Selain itu, isu tersebut juga berpotensi memberikan ruang kepada lawan politik Jokowi untuk menjatuhkan dia. "Presiden sepertinya agak mulai khawatir sehingga mengganti pola agak soft," ujar Pangi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memerintahkan para pembantunya di kabinet agar tidak membahas isu penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan pemimpin Indonesia.

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan, urusan perpanjangan,” tegas Jokowi. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan