Larangan Jokowi pada Menteri soal Presiden Tiga Periode, Benny K Harman: Tidak Tegas dan Masih Mendua

  • Bagikan
Ketua Umum Demokrat, AHY bersama Benny K Harman. (Twitter AHY)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Demokrat, Benny K Harman merasa kurang puas dengan instruksi Presiden Jokowi.

Itu terkait instruksinya kepada para menterinya untuk tidak lagi berbicara tentang perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu.

Menurut Benny, seharusnya presiden Jokowi tegas menyampaikan hal itu di depan menterinya.

“Pernyataan Jokowi memang penting, tapi ini saya nilai belum cukup tidak tegas,” kata Benny kepada wartawan, Kamis (7/4/2022).

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu mengatakan, Jokowi seharusnya memperlihatkan dirinya bahwa memang benar tidak setuju dengan wacana tersebut.

Namun, lanjut Anggota Komisi III DPR RI itu Presiden Jokowi terkesan main dua kaki atau mendua.

“Pernyataan akan patuh pada konstitusi saja dianggap tidak tegas dan masih mendua. Itu yang ditunggu rakyat,” tutur Benny.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara terkait wacana perpanjangan masa jabatan Presiden.

Ia meminta tidak ada lagi menteri-menteri yang berbicara mengenai hal tersebut.

“Jangan sampai ada lagi yang menyuarakan mengenai penundaan atau perpanjangan,” kata Jokowi dikutip di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (6/4/2022).

Jokowi juga meminta kepada para menteri untuk memiliki sensitifitas tinggi terhadap kesulitan yang tengah terjadi.

Menurutnya, para menteri juga harus bisa menjelaskan langkah apa saja yang telah diambil oleh pemerintah dalam menghadapi masalah tersebut dengan baik.

  • Bagikan