Soal Disertasi Cuci Otak Terawan Buntut Pemecatan, Unhas Harap Segera Ada Solusi

  • Bagikan
Terawan Agus Putranto telah dipecat secara permanen dari organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemecatan mantan Menteri Kesehatan (Menkes) dr. Terawan Agus Putranto secara permanen oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menuai sorotan.

Apalagi pemecatan itu ada kaitannya dengan penggunaan terapi cuci otak yang dikembangkan dari digital subtraction angiopgraphy (DSA).

Penelitian ini telah dituangkan dalam disertasi saat mendapatkan gelar doktor di Universitas Hasanuddin (Unhas).

Anggota MKEK IDI, Rianto Setiabudy mengatakan penelitian yang tanpa pembanding ini memiliki kecacatan.

“Saya mengatakan, dengan hormat saya pada Unhas dan tim pembimbing mereka, karena mereka sebetulnya sejak semula tahu weakness ini. Cuma mereka terpaksa mengiyakannya karena konon, ada tekanan eksternal yang saya tidak tahu itu bentuknya apa,” ujarnya, Senin, (4/4/2022).

Unhas diminta untuk segera mengambil sikap atas permasalahan itu.

Menanggapi hal itu, Universitas Hasanuddin berharap segera ada solusi terbaik. “Jadi terkait hal ini, kakak, kita berharap segera ada solusi terbaik. Unhas ini ada FK yg juga dosen-dosennya mayoritas dokter anggota IDI juga,” ujar Humas Unhas, Ishak Rahman, Kamis, (7/5/2022).

Ishak Rahman mengaku menyambut baik usulan duduk bersama untuk membahas persoalan tersebut.

“Kita tentu menyambut baik usulan dari Ibu Aliyah, anggota DPR RI,” pungkasnya. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan