Wiranto Turun Gunung Temui BEM Nusantara, Sampaikan Empat Alasan Mengapa Tak Bisa 3 Periode

  • Bagikan
Ketua Wantimpres Wiranto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jenderal TNI (Purn) Wiranto memastikan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, serta penundaan Pemilu 2024 tidak mungkin terjadi.

Wiranto menyebut ada empat alasan mengapa wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode dan penundaan Pemilu 2024 itu tidak mungkin terjadi.

"Jawabannya tidak mungkin. Mengapa? Yang pertama, karena menyangkut UUD 1945, amendemen UUD 1945 itu syaratnya berat sekali. Dalam persyaratannya, itu ada kehendak masyarakat Indonesia yang dipersentasikan mayoritas di MPR," kata Wiranto usai pertemuan dengan BEM Nusantara di Kantor Wantimpres, Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, dalam keanggotaan MPR terdapat anggota DPR dan DPD. Di DPR, dari sembilan fraksi partai politik, enam di antaranya sudah menyatakan menolak perpanjangan masa jabatan presiden.

Dengan sisa tiga partai, kata Wiranto, tidak mungkin mampu meloloskan wacana amendemen UUD 1945 di MPR.

Sementara DPD, kata dia, sudah menyatakan penolakan terhadap wacana amendemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden.

"Jadi mana mungkin terjadi perubahan amandemen UUD 1945 mengenai jabatan presiden tiga periode?" ujarnya.

Kedua, Wiranto menjelaskan, sejauh ini tidak ada kegiatan apa pun di DPR, maupun di lembaga pemerintah, di penyelenggara pemilu yang mengisyaratkan sedang dilakukan persiapan-persiapan menunda Pemilu 2024 guna mendukung perpanjangan masa jabatan presiden.

Ketiga, kata Wiranto, pemerintah saat ini sedang sibuk untuk memulihkan perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Pemerintah juga masih bekerja keras menangani pandemi Covid-19 agar tuntas secara keseluruhan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan