Berawal dari Rekaman CCTV yang Minta Diraba-raba, Perbuatan Terlarang Molo pada Gadis Belia Terbongkar

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, BULELENG - Made Arbawa alias Molo alias MA, 48, tidak berkutik saat ditetapkan penyidik Unit PPA Polres Buleleng sebagai tersangka pencabulan terhadap seorang gadis belia yang masih di bawah umur.

Di depan ayah maupun paman korban, pria berusia hampir setengah abad asal salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, ini mengakui perbuatannya.

Tersangka Molo mengatakan hubungan terlarang dirinya dengan korban yang baru berusia 12 tahun 10 bulan atas dasar suka sama suka.

Bahkan, Molo mengeklaim telah menjalin pacaran dengan korban. Karena itu, dirinya berani mengajak korban untuk berhubungan badan. Menurut Molo, selama pacaran baru sekali wikwik, tidak lebih.

“Karena suka sama korban. Kami pacaran sudah 3 bulan.
Saya tahu korban di bawah umur. Ini di dekat rumah saya. Ya dia suka saya juga suka,” ujar Molo kepada awak media.

Molo diamankan polisi setelah aksinya terekam CCTV yang terpasang di sudut warung di wilayah Kubutambahan, Buleleng. Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, pelaku meminta korban meraba alat kelaminnya. “Pelaku sudah diamankan dan mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres Andrian Pramudianto dilansir dari laman Polres Buleleng.

Kasus memalukan ini bermula saat pelaku bertemu korban di sebuah warung di salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Saat itu korban terlihat duduk berdampingan dengan pelaku Molo. Tidak lama kemudian pelaku meminta korban meraba-raba kemaluannya menggunakan tangannya.

Berdasarkan rekaman CCTV, pemilik warung sekaligus paman korban, Komang AS menemui pelaku, menanyakan maksudnya mencabuli keponakannya.

Komang AS juga menanyakan kepada korban. Kepada pamannya, korban mengatakan diminta meraba kemaluan pelaku. Pengakuan korban membuat pelaku tidak berkutik dan mengakui perbuatannya.

Parahnya, korban mengaku pernah disetubuhi oleh pelaku Molo. Perbuatan itu dilakukan di salah satu bangunan kosong yang ada di ada dekat warung pamannya pada hari Jumat, 4 Maret 2022 sekitar pukul 00.00 WITA.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat melanggar Pasal 81 Ayat (1) dan atau Pasal 82 Ayat (1) UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang jo Pasal 76D dan atau 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka diamankan sejak tanggal 7 April 2022 dan ditahan untuk 20 hari ke depan di Rutan Polres Buleleng,” papar AKBP Andrian Pramudianto. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan