Tepis Rumor Mahasiswa Solo Ayem Tentram, HMI Solo Raya: Kami Katakan, Mahasiwa Siap Mengkritisi Presiden Jokowi Meski di Tanah Kelahirannya

  • Bagikan
Massa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo Raya turun ke jalan untuk mengawal tuntutan demo 11 April. Foto: Romensy Augustino/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, SOLO – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo Raya menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Flyover Purwosari Solo, Selasa (12/04) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Unjuk rasa yang diikuti sekitaran 100 anggota HMI itu merupakan kelanjutan dari aksi demo 11 April.

Menurut Ketua Umum (Ketum) Cabang HMI Sukoharjo Fierdha Abdullah Ali, aksi tersebut menjawab rumor bahwa mahasiswa Solo tidak berbuat apa-apa.

“Pasca-demo 11 April, banyak rumor beredar mahasiswanya ayem tentram. Kami katakan, mahasiwa siap mengkritisi Presiden Jokowi meski di tanah kelahirannya,” terangnya.

Anak muda yang akrab disapa Ali itu mengatakan, aksi HMI adalah untuk menolak adanya penundaan pemilu 2024 dan jabatan presiden 3 periode.

“Bukan kami tidak mendengar pernyataan dari istana, tetapi kami melihat adanya potensi dari sejumlah oknum di pemerintahan untuk mengubah isi UU yang sudah ada,” terang Ali.

Berdasarkan kajian yang dilakukan oleh HMI, ada beberapa gerakan di dalam istana untuk mengamandemen UUD 1945 tentang pemilu dan jabatan 3 periode.

Ali menerangkan wacana 3 periode muncul dari salah satu pejabat di jajaran pemerintahan Presiden Jokowi yang sesumbar memiliki “big data”.

Namun, setelah demonstrasi di berbagai kota di Indonesia pecah, pejabat itu tak berani membuka data.

“Ini kami sinyalir merupakan suatu bentuk gerakan di sekitar presiden untuk mengamandemen UUD 1945,” tegasnya.

  • Bagikan