Korban Begal Jadi Tersangka, Mohamad Guntur Romli Bilang Kasus Ini Memalukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

  • Bagikan
Guntur Romli -- @GunRomli-Instagram

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) Mohamad Guntur Romli menyoroti insiden korban begal jadi tersangka dengan bilang konstruksi kasus ini memalukan Pak Listyo Sigit Prabowo.

Guntur menyampaikan pendapatnya lewat unggahan di akun media sosial Twitter pribadinya, Rabu (13/4/2022).

Guntur menjelaskan bahwa satu orang bakal dianiaya oleh empat begal. Satu orang tersebut pun mencoba melawan.

Akan tetapi dua begal diantaranya meninggal dan dua lainnya melarikan diri serta berujung jadi saksi.

"1 korban dikeroyok 4 begal. Melawan! 2 begal mati, 2 melarikan diri. Korban malah ditetapkan tersangka. 2 begal jadi saksi," tulis Guntur.

Lebih lanjut aktivis muda NU itu juga me-mention akun Twitter milik Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Lantaran Guntur sangat heran dengan kasus tersebut, dimana korban yang awalnya melawan malah jadi tersangka.

"Konstruksi kasus ini memalukan Pak @ListyoSigitP," heran Guntur.

Kicauan Guntur diketahui mendapta 1.297 komentar, 3.936 retweets, dan 7.274 likes dari netizen hingga berita ini tayang.

Sekadar tambaan korban begal berinisial S ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pria 34 tahun itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap dua dari empat orang yang membegalnya.

Wakil Kepala Polres Lombok Tengah Kompol I Ketut Tamiana mengatakan kedua begal berinisial Pendi atau P (30) dan Oky Wira Pratama atau OWP (21), warga Desa Beleka, dibunuh S karena mencoba membegal di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Minggu, 10 April 2022 dini hari.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan