Sebut Israel Negara Penjahat, MUI Serukan Pemboikotan dan Seret ke Mahkamah Internasional

  • Bagikan
Peserta dari Persatuan Pemuda Pemudi Pejuang Islam Indonesia Aksi Bela Palestina menginjak bendera Israel saat aksi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi (DPRD) Jawa Timur di Surabaya, Senin (17/5/2021). (ANTARA Jatim/HO/WI)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Sudarnoto Abdul Hakim tegas menyebut Israel sebagai negara penjahat.

“Tindakan penyerangan aparat Yahudi Zionis terhadap jemaah muslimin dan muslimat yang melaksanakan ibadah di Masjidilaqsa benar-benar memalukan,” katanya, Sabtu (16/4).

Menurutnya, aksi kekerasan itu sebagai tindakan yang meyakinkan bahwa Israel dipimpin oleh para penjahat kemanusiaan.

“Hanya penjahatlah yang melakukan tindakan-tindakan seperti itu karena mereka memang tidak memiliki akal sehat dan nurani,” ujar Sudarnoto.

Dia juga mengungkit bahwa penyerangan saat Ramadan itu juga dilakukan pada bulan puasa tahun lalu. Sudarnoto menegaskan tindakan kejahatan itu tidak bisa diterima oleh akal dan sehat serta bertentangan dengan ajaran agama apa pun dan hukum internasional.

Dia menilai umat Islam Indonesia seharusnya mengutuk tindakan aparat Israel. Sudarnoto juga berharap umat Islam di Indonesia ikut serta melakukan langkah-langkah positif membela warga, rakyat, dan bangsa Palestina dari ketertindasan dan kebrutalan Israel.

Selain itu, Sudarnoto juga mengimbau negara-negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel untuk meninjau ulang kerja sama dengan mereka.

Langkah lain yang dianggap perlu oleh negara-negara tersebut ialah melakukan langkah-langkah yang pasti untuk melawan Israel dengan berbagai cara.

Negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel juga diimbau untuk meningkatkan kesadaran bahwa Israel merupakan negara yang tidak bisa dipercaya.

  • Bagikan