Wacana Penundaan Pemilu Tak Boleh Dihidupkan, AHY Khawatir Bisa Memicu Jabatan Pemimpin Indonesia Seumur Hidup

  • Bagikan
Ketua Umum Demokrat AHY seusai bertemu Ketua Umum NasDem Surya Paloh di DPP NasDem, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/3) Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) wacana penundaan Pemilu 2024 tidak boleh disukseskan, terlebih lagi apabila melalui amendemen UUD NRI 1945.

Putra Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan apabila penundaan pemilu disahkan melalui aturan, maka bakal muncul kotak pandora.

Dia mencontohkan penyuksesan wacana penundaan pemilu bakal memicu upaya menghidupkan isu presiden tiga hingga empat pariode, bahkan jabatan pemimpin Indonesia seumur hidup.

"Ini yang lebih bahaya dan tentunya kami tidak ingin itu terjadi. Kalau ini terjadi, artinya mereka semua mengkhianati amanat reformasi," kata AHY saat berpidato di acara Malam Silaturahmi dan Kontemplasi di Jakarta, Minggu (17/4).

Berkaca dari situ, kata dia, Partai Demokrat sejak awal menolak wacana penundaan Pemilu 2024 dan pelanggengan kekuasaan. "Itu semua permufakatan jahat yang dilakukan segelintir elite tertentu, melanggengkan kekuasaan dengan berbagai cara," lanjut AHY.

Meski begitu, mantan perwira TNI itu mengapresiasi sejumlah klarifikasi dari pemerintah menyikapi isu penundaan Pemilu 2024 yang melegakan rakyat.

Hanya saja, kata AHY, klarifikasi dari pemerintah politik dilakukan terlambat. Berbagai protes dari rakyat sudah muncul setelah isu penundaan pemilu dihidupkan.

"Kami apresiasi, tetapi disayangkan kenapa klarifikasi baru muncul setelah timbul kegelisahan, kemarahan, dan kekisruhan rakyat di sana sini," kata AHY. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan