Diduga Terlibat Kasus Kerangkeng Manusia Milik Bupati Langkat Nonaktif, AKP Endrawan Sitepu Dicopot

  • Bagikan
Kerangkeng berisi manusia ditemukan di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-Angin. Temuan itu telah dilaporkan Migrant Care ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Senin (24/1/2022).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mencopot AKP Endrawan Sitepu dari jabatan Kasat Samapta Polres Binjai.

Pencopotan AKP Endrawan Sitepu diduga terkait kasus kasus kerangkeng manusia milik Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

AKP Endrawan Sitepu diketahui merupakan suami Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin-angin.

Sang istri adalah adik kandung dari Terbit Rencana Perangin-angin.

AKP Endrawan Sitepu dicopot berdasarkan surat telegram rahasia (TR) Kapolda Sumut Nomor: ST 319/V/KEP/2022 Tanggal 16 April 2022.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, pencopotan AKP Endrawan Sitepu (ES) merupakan bagian dari proses penyelidikan.

Namun, kata Hadi, AKP Endrawan Sitepu tidak terlibat langsung dalam kasus dugaan penyiksaan dan pembunuhan di kerangkeng manusia.

"Secara langsung tidak terlibat. Tetapi dikenakan sanksi disiplin," tegas Hadi, Senin (18/4/2022) lalu.

Seperti diketahui, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyebutkan ada 5 oknum polisi yang diduga terlibat kasus itu.

Lima oknum polisi itu diantaranya, AKP ES, Aiptu RS, Bripka NS, Briptu YS, dan Bripda ES.

Selain AKP Endrawan Sitepu, Aiptu RS dan Bripka NS berperan sebagai ajudan. Lalu, Briptu YS bertugas menjemput penghuni kerangkeng yang kabur. Selanjutnya Bripda ES ikut menganiaya tahanan.

"Yang bersangkutan ditarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan untuk memudahkan proses penyelidikan. Kasus kerangkeng ini masih terus didalami Ditreskrimum. Dia ditarik untuk memudahkan penyidik Propam dan Ditreskrimum mendalami kasus ini," terang Hadi.

  • Bagikan