Nenek Pinarsih Kebingungan Usai Minum Air, Sesampainya di Rumah, Tas Berisi Perhiasan Emas dan Uang Berganti Batu

  • Bagikan
Pinarsih saat menunjukan bukti pelaporan dugaan gendam ke Polsek Benowo. Foto: Dok Angga for JPNN.

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Warga Manukan Lor Surabaya menjadi korban gendam seusai menjalani pemeriksaan rutin di RSUD BDH sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (14/4). Nenek itu bernama Pinarsih (69).

Kejadian tersebut dialaminya bermula ketika menunggu antrean di depan Poli Mata RSUD BDH.

Tak lama kemudian dia didatangi seorang pria dengan perkiraan usia 40 tahun mengajaknya berbicara seputar penyakit yang diderita.

“Saya diberi pertanyaan yang mengarahkan agar untuk mengiyakan apa yang disampaikan laki-laki itu,” kata Pinarsih, Kamis (21/4).

Perempuan lain datang ikut nimbrung bercerita.

Dia tiba-tiba menceritakan tentang permasalahan pernikahannya.

Pelaku laki-laki tersebut bilang kalau bisa menyelesaikan masalah dengan air yang diberi doa.

“Pelaku laki-laki bilang seolah-olah dapat menyelesaikan masalah perempuan itu dengan mendoakan, saya lalu disuruh beli air keluar. Ya, saya belikan di kantin karena kasihan,” ujarnya.

Laki-laki tersebut mulai membacakan doa lalu menyuruh pelaku perempuan dan Pinarsih meminum air yang dibeli tadi.

Pinarsih mengaku saat itu bingung karena menurut saja ketika diperintah oleh pria yang tak dikenalnya. “Selanjutnya saya diminta mengambil air wudu di kamar mandi,” jelasnya.

Di kamar mandi itulah Pinarsih mulai menjadi korban gendam.

Perhiasan emas yang dikenakannya dilucuti, berupa empat cincin dan dua gelang dengan berat 15 gram serta uang di dompet sejumlah Rp 1,3 juta.

“Perhiasan emas dan uang dimasukkan tas kecil, saya kayak orang bingung, mereka membaca doa dan menyerahkan kembali tas kecil dengan model yang sama,” bebernya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan