Bu Susi, Najwa Shihab hingga Tsamara Amany Dicap Kadrun, Gus Nadir: Mereka Melawan Arus Polarisasi

  • Bagikan
Nadirsyah Hosen atau Gus Nadir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Akademisi Universitas Monash Australia, Nadirsyah Hosen mengaku heran dengan label kadrun yang diberikan kepada Susi Pudjiastuti, Najwa Shihab dan yang terbaru eks politisi PSI Tsamara Amany Alatas.

Gus Nadir sapaan akrabnya, menyebut tiga tokoh wanita itu selama ini tak pernah meminta Presiden Jokowi mundur.

"Jadi gini, 3 orang ini: Bu Susi, Najwa & Tsamara mendadak dikadrunkan. Padahal mereka gak pernah minta Jokowi mundur, gak dukung khilafah & 212 —pakai jilbab aja enggak😊," kata Gus Nadir dikutip Fajar.co.id di akun Twitternya, Jumat (22/4/2022).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) itu lantas mengungkap penyebab Bu Susi, Najwa hingga Tsamara tiba-tiba dicap kadrun oleh mereka yang katanya pendukung Jokowi.

Salah satu penyebab utamanya, kata Gus Nadir adalah karena ketiganya getol bersuara melawan upaya polarisasi kelompok tertentu yang mengarah ke fasisme.

"Jadi, kenapa? Karena dianggap melawan arus polarisasi bangsa either you’re with us or with kadrun. Fasis!," jelasnya.

Mantan Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti ikut mengomentari cuitan Gus Nadir itu.

Susi mengungkap saat dirinya pertama kali mendapat cap kadrun alias kadal gurun.

"Gus, mrk tuduh saya biayain 20 bus pendemo 212 dr Pangandaran (kota sy tinggal)gara2 ada video gubernur yg ikut 212 yg omong saya biayain mereka; padahal sy ingat omong sm dia orang Pangandaran infak berangkat 20 bus. Pdhal Media jg sudah investigasi& klarifikasi ini tidak benar," komentar Susi Pudjiastuti.

Susi menyebutkan saat ini ada kelompok tertentu yang dengan mudahnya menuduh orang lain radikal, intoleran hingga kadrun hanya karena beda pendapat.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan