Inkonsistensi dan Keberpihakan BPOM Dalam Menyikapi Isu BPA Dipertanyakan

  • Bagikan
Ilustrasi BPOM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA--Sikap BPOM yang terbawa arus desakan segelintir pihak yang diduga menggunakan LSM, buzzers dan berita berbayar untuk melakukan kampanye negatif terhadap produk air galon guna ulang kemasan polikarbonat dipertanyakan banyak pihak. BPOM dianggap tergiring dan tidak jeli dalam melihat motif kampanye negatif yang kental nuansa persaingan bisnis ini.

Lembaga Negara KPPU, Kemenperin dan Menko Perekonomian telah menegaskan sikapnya untuk mendorong persaingan sehat dan menghindari kegaduhan ekonomi dan sosial dalam pembuatan kebijakan. KPPU bahkan meminta dilibatkan dalam mengkaji kebijakan BPOM ini karena berpotensi menimbulkan kondisi asimetris (tidak imbang) dalam persaingan usaha.

Baru kali ini, persaingan antar produk yang sama (yaitu AMDK) dijegal dengan memfokuskan pada kemasan produk dan bukan produknya sendiri. Padahal yang dikonsumsi masyarakat adalah produknya dan bukan kemasannya. BPOM seperti tidak sensitif terhadap motif ini.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio bahkan merasa bahwa BPOM melakukan diskriminasi dalam menerima masukan publik ini dan cenderung mendengarkan pihak pihak yang diduga akan mendapatkan keuntungan atas revisi Peraturan BPOM Tentang Label Pangan Tahun tahun 2018.

“Akhir-akhir ini, sulit bagi kami untuk meminta bertemu dan memberi masukan ke BPOM,” kata Agus Pambagio yang sebelum kasus ini menyeruak sangat mudah untuk menemui BPOM.

Asosiasi Industri Air Kemasan (ASPADIN) juga sulit bertemu BPOM, dan ketika diundang  bertemu pun hanya diberi waktu beberapa menit untuk bicara, ungkap pengurus inti ASPADIN.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan