FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan pemindahan ibu kota negara (IKN) bertujuan untuk pemerataan pembangunan di Indonesia bagian barat dan timur.
"Pengambilan kebijakan pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan erat kaitannya dengan perspektif pemerataan pembangunan untuk mewujudkan visi Indonesia 2045," kata Johnny dalam siaran persnya, Jumat (22/4).
Dia menjelaskan kesenjangan pembangunan antarwilayah Jawa dan luar Jawa harus diturunkan.
Dengan begitu, pembangunan Ibu Kota Nusantara dilakukan melalui hasil kajian yang komprehensif.
Menteri Johnny menilai ada delapan prinsip yang menjadi dasar pembangunan infrastruktur di IKN.
"Ibu Kota Nusantara juga merepresentasikan ide kemajuan yang inklusif, Bhineka Tunggal Ika dengan visi pengembangan sebagai new smart metropolis atau kota cerdas yang mengintegrasikan aspek teknologi informasi dan komunikasi," tutur politikus partai NasDem itu.
Dari delapan prinsip pengembangan IKN, lanjut dia, salah satunya ialah visi untuk menjadi kota yang nyaman dan efisien melalui teknologi.
Prinsip pengembangan IKN juga diterapkan dengan tiga pendekatan untuk mewujudkan IKN sebagai kota dunia untuk semua.
"Pembangunan sebagai Forest City, Sponge City dan Smart City," tambah Johnny.
Eks legislator itu menjelaskan hingga saat ini Indonesia masih memiliki tantangan terkait pemerataan ekonomi.
Menurut dia, salah satu dasar rencana pemindahan ibu kota negara ditujukan untuk mengikis kesenjangan ekonomi antarwilayah.