Pendirian Institut Teknologi Sultan Hasanuddin Dinilai Melanggar Statuta Unhas

  • Bagikan
Guru Besar Fisika Teoretik FMIPA Universitas Hasanuddin, Prof. Tasrief Surungan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Anggota Dewan Profesor Unhas Tasrief Surungan menyebut rencana pendirian Institut Teknologi Sultan Hasanuddin melalui pemisahan Fakultas Teknik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) dinilai melanggar Peraturan Pemerintah No. 53 Tahun 2015 tentang Statuta Unhas.

Padahal, surat pengusulan perihal pendirian institut teknologi telah diajukan oleh Rektor Unhas ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Prof Tasrief mengatakan, Rektor seolah kurang mencermati secara saksama Pasal 58 Bab VIII Tentang Perencanaan.

Ayat (1) dari pasal tersebut menyebutkan bahwa rencana induk Unhas untuk tujuan jangka panjang disusun oleh Rektor dan disahkan oleh Majelis Wali Amanah (MWA).

“Itu sebabnya tadi saya sebut kurang cermat dan tidak membaca secara saksama pasal tersebut,” ujarnya, Minggu, (24/4/2022).

Menurut Fisikawan Teoritik ini, Rektor kelihatannya berpijak pada ketentuan ini dan tidak melihat sebagai suatu pelanggaran.

“Artinya, bunyi pasal ini, walaupun tanpa persetujuan oleh Senat Akademik (SA), klaim Rektor bisa dipandang tidak melanggar. Bahwa usulan itu sudah sampai ke Menteri dan tidak melibatkan SA dalam proasesnya memang tidak melanggar ketentuan statuta,” jelasnya.

Pelanggaran kata dia, terjadi bukan karena tidak adanya persetujuan SA, melainkan kekeliruan dalam memahami esensi dari pasal tersebut.

Frase kunci dalam pasal tersebut adalah Rencana Induk Pengembangan (RIP), dan ini yang secara fundamental dilanggar.

Lebih lanjut kata dia, jika kelak Menteri mangabulkan usulan tersebut, maka Menteri pun melakukan pelanggaran.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan