Pembelaan Pihak Perusahaan di Makassar yang Pecat Karyawan Usai Pertanyakan THR

  • Bagikan
Syamsul Arif Putra, mantan karyawan PT Karya Alam Selaras yang dipecat usai pertanyakan THR.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pihak perusahaan dari PT Karya Alam Selaras angkat bicara ihwal pengakuan karyawannya yang dipecat usai mempertanyakan tunjangan hari raya (THR).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Operasional PT Karya Alam Selaras, Ridwan Ogalelano.

Dia mengaku tidak melakukan pemecatan karena karyawan mempertanyakan THR tapi lebih kepada persoalan kinerja.

“Diistirahatkan karena tidak mencapai target dan kinerja yang kurang baik,” ujarnya kepada Fajar.co.id, Senin, (25/4/2022).

Selain itu kata dia, sebelum pemecatan, pihaknya telah mengeluarkan surat peringatan kedua (SP2).

“Yang bersangkutan juga sebelum diistirahatkan sudah mendapat SP2,” jelasnya.

“Jadi keliru kalau hanya menanyakan THR lantas dipecat. Yang bersangkutan juga baru bekerja 6 bulan, dengan status kontrak,” imbuhnya.

Sementara itu, Syamsul Arif Putra selaku karyawan yang dipecat mengaku Surat Peringatan yang diberikan langsung SP-II.

Dia dipecat secara lisan tanpa adanya surat secara resmi. Selain itu, tidak ada peringatan lisan dan surat peringatan satu (SP1) sebelumnya. Itupun kesalahan yang tetera dalam SP-II kata dia berbeda dengan pemecatannya.

“Kesalahan ku di SP2 bedaki dengan ini. Gara-gara didapat ka ta tidur di kantor dikasih SP2. Itupun tidak pernah ada SP1 sebelumnya," jelas Arif sapaannya.

Selain itu kata dia, kinerjanya terus disoroti usai mempertanyakan THR padahal selama ini menurutnya kinerjanya sudah cukup baik.

“Bahkan ada dua proyek saya kerjakan sendiri selama enam bulan kontrak,“ ujarnya.

Selain soal THR kata dia, karyawan cenderung mendapatkan beban kerja yang tidak sesuai dengan hak yang didapatkan seperti tetap kerja di hari libur.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan