Dugaan Korupsi Ekspor Minyak Goreng, Kejati DKI Jakarta Menyita Satu Kontainer Minyak Goreng di Pelabuhan Tanjung Priok

  • Bagikan
Ilustrasi Minyak Goreng Subsidi.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI menyita satu kontainer minyak goreng di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah itu diambil setelah tim penyidik meningkatkan status kasus dugaan korupsi ekspor minyak goreng ke Hongkong ke tahap penyidikan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Ashari Syam menjelaskan, barang bukti tersebut disita pada Senin (25/4). ”Bahwa 1.835 karton minyak goreng kemasan merek Bimoli tersebut sebelumnya akan diekspor oleh PT AMJ ke negara tujuan Hongkong,” kata Ashari kemarin (26/4).

Tindakan PT AMJ bersama beberapa perusahaan lainnya mengakibatkan terjadinya kelangkaan minyak goreng di Indonesia. ”Proses distribusi minyak goreng kemasan yang diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok tahun 2021–2022 merugikan keuangan negara atau perekonomian negara,” tegasnya.

Pada hari yang sama, tim penyidik Kejati DKI memeriksa dua saksi. Yakni, FW dan KEP. Keduanya berasal dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Ashari menegaskan bahwa penyidikan yang dilakukan kejaksaan merupakan bagian dari upaya pemberantasan mafia minyak goreng.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, kebijakan pemerintah yang menghentikan ekspor bahan baku minyak goreng mulai 28 April sudah dibahas dan diputuskan di dalam sidang kabinet. Kebijakan tersebut seperti sebuah shock therapy untuk pengendalian. ’’Ya, kepentingannya itu kan untuk kebaikan semua pihak,’’ katanya di kompleks Istana Wakil Presiden kemarin.

Wapres menegaskan, target pemerintah dalam penghentian ekspor bahan baku minyak goreng adalah untuk stabilisasi harga di dalam negeri. (jpg/fajar)

  • Bagikan