Alam Prawiranegara Gagas Songgoriti  Kampung Teknologi Budaya dan Spiritual

  • Bagikan
Acara Sarasehan di Halaman Candi Songgoriti

FAJAR.CO.ID, BATU -- Warga Songgoriti hingga saat ini masih tanamkan nilai budaya. Di Bulan Ramadan, warga sekitar maish melakukan ritual adat dengan membuat sarasehan, atau biasa dikenal pertemuan pendapat warga sekitar.

Acara yang berlangsung di Candi Songgoriti, untuk membangkitkan semangat dan membangun jiwa Masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Songgoriti untuk tidak melupakan teknologi, budaya dan spiritual pada Peradaban Candi Songgoriti sebagai Cikal Bakal Kejayaan Nusantara.

Ada nilai budaya dan sejarah di tanah ini, hingga saat ini masih terus dijaga warga sekitar.

"Dengan melestarikan kearifan lokal, maka paham dari luar yang biasanya menggerus budaya Indonesia bahkan paham radikalisme dan terorisme tidak akan pernah dapat masuk kepada Generasi Penerus Bangsa," ujar Laksma TNI Joko Sulistyanto, Ketua Sinergitas BNPT, Dikutip Rabu (27/4/2022).

Acara adat budaya seperti ini kerap dihadiri stakeholder Kabupaten Malang, Kota Batu, dan  Provinsi JawaTimur, termasuk Akademisi, Budayawan, Mahasiswa dan Masyarakat Muda Karang taruna Songgoriti.

Pemerhati budaya yang juga Advokat Peradi Nur Alam, mengagas Songgoriti untuk menjadi kampung Teknologi, Budaya dan Spiritual.

"Akan terus dilakukan penelitian untuk Sains dan Teknologi oleh teman-teman Akademisi ITS dan akan dilaporkan kepada Mendikbud agar dapat dibantu proses pelestarian Cagar Budayanya, sehingga akhirnya dapat tercapai Rebranded Image  “Songgoriti adalah Kampung Teknologi, Budaya dan Spiritual," ujar Nur Alam. (riki/fajar)

  • Bagikan