Ade Yasin Cs Tersangka Kasus Suap, Begini Imbauan Firli Bahuri kepada Otoritas Pemeriksa Keuangan

  • Bagikan
Bupati Bogor Ade Yasin ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah berstatus tersangka kasus dugaan suap pengurusan laporan keuangan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2021.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Prihatin adanya kepala daerah yang tidak amanah dalam mengelola anggaran negara atas kasus suap Bupati Bogor

Diketahui, KPK melalukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin bersama delapan orang lainya.di kabupaten Bogor Jawa Barat pada Selasa, 26 April 2022.

KPK menetapkan Ade Yasin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan laporan keuangan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pemkab Bogor tahun 2021.

Melalui konfrensi pers yang tayang dikanal Youtube KPK RI pada Kamis,28 April 2022, Ketua KPK, Firli Bahuri mengatakan, bahwa masih ada kepala daerah yang tidak amanah dalam mengelola anggaran negara. Seharunya anggaran negara dikelola dan dilaporkan dengan benar sesuai kepentingan rakyatnya.

"KPK prihatin masih adanya kepala daerah sebagai pejabat publik yang tidak memegang teguh amanah rakyat dalam mengelola anggaran negara. Pengelolaan anggaran seharusnya dimanfaatkan dan dilaporkan secara akuntabel sebagai bentuk pertanggungjawabannya," ucap Firli.

Atas kasus suap Ade Yasin, Firli mengimbau kepada para pejabat untuk menghindari suap jangan sampai disalahkan gunakan keuangan tersebut untuk menjadi keuntungan pribadi.

"KPK mengimbau kepada setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, untuk menghindari praktik suap dalam memperoleh opini wajar tanpa pengeculian (WTP) pada proses pemeriksaan pengelolaan keuangannya," urai Firli.

"KPK juga mengimbau otoritas pemeriksa keuangan agar tidak menyalahgunakan kewenangannya tersebut untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui praktik-praktik korupsi,” sambungnya

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan