Hilal Cukup Tinggi, Wamenag Optimis 1 Syawal Serentak pada 2 Mei 2022

  • Bagikan
DOKUMENTASI: Petugas tengah memantau hilal untuk menentukan 1 Ramadan pada 2019 lalu. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) berencana menggelar sidang isbat penetapan 1 Syawal atau Idul Fitri pada Minggu (1/5) depan. Kemenag berharap masyarakat dengan sabar menunggu hasil sidang Isbat yang nanti dibacakan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Meskipun begitu, Wamenag Zainut Tauhid Saadi optimistis lebaran tahun ini serentak.

Pertimbangan itu didasarkan pada perhitungan hisab posisi hilal. Pada saat 1 Mei nanti, posisi hilal sudah cukup tinggi. Yaitu lebih dari tiga derajat di atas ufuk. Dengan perhitungan tersebut, hilal hampir bisa dipastikan bisa diamati atau dirukyat. Sehingga 1 Syawal versi pemerintah dari hasil sidang isbat diperkirakan jatuh pada 2 Mei.

Jika nanti sidang isbat menetapkan 1 Syawal jatuh pada 2 Mei, berarti mayoritas umat Islam di Indonesia bakal menjalankan lebaran dengan serentak. Sebab sebelumnya Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal jatuh pada Senin, 2 Mei 2022.

"Mudah-mudahan lebaran tahun ini kita semua bisa bersama," kata Zainut kepada wartawan Kamis (28/4). Meskipun begitu dia meminta masyarakat menunggu hasil sidang isbat yang digelar 1 Mei. Pada pelaksanaan sidang isbat itu, tim dari Kemenag disebar di seluruh nusantara untuk mengamati posisi hilal.

Kalaupun nanti lebaran ada perbedaan, Zainut mengatakan tidak perlu diperdebatkan. Begitupun seperti awal Ramadan lalu, yang ada perbedaan antara Muhammadiyah dengan hasil sidang isbat pemerintah. "Kalau misalnya namanya diwajibkan ada perbedaan, ya kita harus menerima perbedaan. Mudah-mudahan tidak ada perbedaan dalam menetapkan 1 Syawal," tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan